SAMPANG, ARENA.CO.ID – Badan Anggran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang melakukan rapat bersama Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Sampang (Dinkes KB), dari hasil rapat tersebut DPRD Sampang menemukan banyaknya temuan dalam Rencana Kerja Dan Anggaran (RKA) Tahun 2024.
Hal itu diungkapkan oleh anggota komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan, dimana menurutnya ada beberapa program yang dianggap tidak efektif , tidak pro masyarakat dan terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran.
“Banyak program di Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang yang kami minta untuk di revisi karena kami anggap kegiatan tersebut merupakan kegiatan seremonial, banyak anggaran tapi yang sampai pada masyarakat sedikit,” ungkapnya.
Politisi Partai Gerindra itu menyebutkan bahwa program yang ia maksud salah satunya adalah program Sosialisasi pada masyarakat, serta rapat rapat yang di anggap terlalu banyak dan hanya menguntungkan terhadap Aparatur Sipil Negara ( ASN ) itu sendiri.
“Salah satu contohnya adalah program ibu hamil yang menelan anggaran sekitar 246 juta dengan target 16.455 orang ibu hamil, tetapi kemudian isinya tidak sesuai dengan target kinerja”, paparnya.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Daerah Sampang itu juga menyimpulkan bahwa anggaran yang dimaksud tidak sampai kepada masyarakat secara maksimal melainkan jadi keuntungan bagi instansi terkait.
“Dari Rencana Kegiatan itu hanya terserap untuk cetak buku 6 ribu kurang lebih Rp.140 juta dan sisa anggarannya hanya untuk rapat rapat dan perjalanan dinas, dan itu dapat kami simpulkan tidak sesuai dengan target kinerja, Dinas Kesehatan harus melakukan harus melakukan revisi RKA,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan