ARENA.CO.ID, Sampang – Satu ekor Sapi milik warga desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang mati diduga terjangkit virus Mulut Dan Kuku ( PMK) Senin, (04/07/2022).

Padahal Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) menyiapkan 2000 dosis vaksin PMK gratis
Untuk disalurkan ke 14 kecamatan sekabupaten Sampang.

Akan tetapi program tersebut diduga tidak maksimal, terbukti di wilayah kecamatan Robatal, Desa Tragih, Dusun Ngurbungur vaksinasi belum tersentuh.

Hal itu diduga membuat sejumlah hewan ternak sapi milik warga Desa Tragih terjangkit virus Pmk bahkan ada beberapa yang mati.

Salim 40 tahun warga desa Tragih mengatakan sapi miliknya yang masih ber usia 2 minggu yang awalnya sehat tiba tiba mati tanpa sebab sekitar 16.00 Wib.

“Awalnya hanya satu ekor sapi yang sakit beberapa hari kemudian sapi yang lain juga sakit, mungkin terjangkit virus PMK,” Ujarnya.

Mengetahui sapi miliknya sakit dirinya berupaya mengobati sendiri dengan cara memberikan racikan jamu seperti jahe merah, gula merah, air kelapa bahkan buah kundur.

“Setelah diberikan jamu sapi saya berangsur membaik, akan tetapi anak sapi yang berusia 2 minggu tiba tiba mati padahal awalnya sehat sehat saja,” ujarnya.

Di wilayahnya banyak sapi milik warga yang sakit, sama seperti yang dialami sapi miliknya Seperti tidak nafsu makan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, hingga luka luka dibagian hidung.

“Di daerah barat disusun Beben Desa tragih juga banyak anak sapi milik warga yang sakit kemudian mati,” Ujarnya.

Setelah disinggung soal vaksinasi dosis PMK, Salim mengaku jika sapi peliharaannya selama ini belum mendapatkan vaksin tersebut, bahkan dirinya tidak tahu kalau ada program vaksinasi gratis dari pemerintah daerah.

“Misalkan ada vaksinasi saya mau rembukan dulu dengan yang lain nanti saya kabari” pungkasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui telpon seluler Suyono kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) mengatakan pihaknya sudah merealisasikan vaksin di beberapa kecamatan termasuk diwilayah Kecamatan Robatal.

“Untuk kecamatan Robatal sudah mas di tanggal 26 kemarin,”Ujarnya.

Namun nyatanya di Desa Tragih, Dusun ngurbungur tidak tersentuh program vaksinasi .

Suyono malah meminta nomor telepon peternak sapi yang diduga terkena virus PMK kepada wartawan.

“Itu didusun mana kalau memang ada nomor Teleponnya tolong dikasih biar teman teman ngecek kesana, kalau perlu jenangan ikut kesana,” ucapnya kepada wartawan Arena.co.id.

Ia juga mengatakan vaksin dikhususkan untuk sapi yang sehat, kemudian sapi yang sakit tetap bisa, akan tetapi nunggu 60 hari setelah sapinya dinyatakan sehat.

Kemudian suyono bertanya lagi kepada wartawan misalnya petugas turun kelokasi kira menemui siapa ini .

“Untuk vaksinasi memang tidak semuanya tapi kalau untuk yang terpapar PMK semuanya akan di datangi sepanjang ada informasi karena teman teman jalan belum tentu ada informasi masuk,” Pungkasnya (Rul).