SAMPANG, ARENA.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sampang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dikemas melalui Serasehan Kebangsaan di Pondok Pesantren Bustanul Huffadz Assaidiyah, Stinggil, Sampang, Sabtu (22/8/2026).

Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi internal sekaligus memperkuat kembali soliditas struktur PKB mulai dari tingkat ranting hingga cabang. Sejumlah tokoh pesantren, ulama, jajaran pengurus partai, serta kader PKB se-Kabupaten Sampang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Hadir di antaranya Ketua Dewan Syuro PKB Sampang KH Fauzan Zaini, Mustasyar KH Aunur Rofik dan KH Jabir Ali Ridho, perwakilan NU KH Nuruddin JC, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur H. Musyaffa Rouf, Ketua DPC PKB Sampang H. Muhammad Farok, serta jajaran pengurus DPC dan DPAC PKB se-Kabupaten Sampang.

Kegiatan juga diikuti perwakilan koordinator dusun, koordinator desa atau ranting, serta koordinator kecamatan (PAC) PKB dari berbagai wilayah di Kabupaten Sampang.

Ketua DPC PKB Sampang H. Muhammad Farok menegaskan bahwa Musancab memiliki arti strategis bagi perjalanan organisasi. Menurutnya, forum tersebut tidak sebatas membahas kepengurusan, tetapi juga menjadi sarana untuk meneruskan amanah yang diwariskan para muassis PKB.

“Musancab ini menjadi momentum untuk merawat amanah besar yang diwariskan para muassis, para pendiri Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu para kiai dan alim ulama Nahdlatul Ulama,” ujar Farok.

Ia menjelaskan, PKB memiliki keterikatan historis dengan Nahdlatul Ulama dan menjadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai salah satu pijakan perjuangan. Karena itu, seluruh kader diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat, para kiai, serta warga Nahdliyin.

Farok juga mendorong seluruh jajaran partai untuk memperkuat komunikasi dan kerja-kerja organisasi di tengah masyarakat agar keberadaan PKB semakin dirasakan manfaatnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Syuro PKB Sampang KH Fauzan Zaini meminta seluruh tingkatan struktur partai meningkatkan kekompakan. Menurutnya, soliditas organisasi menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi agenda politik pada masa mendatang.

Fauzan juga mengingatkan bahwa posisi PKB Sampang pada pemilu terakhir belum mencapai hasil maksimal. Partai tersebut hanya menempati posisi wakil pimpinan DPRD, setelah sebelumnya beberapa kali berhasil menjadi pemenang pemilu sekaligus menduduki posisi pimpinan DPRD Sampang.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kekompakan dan semangat kebersamaan. Harapannya, pada pemilu yang akan datang PKB bisa kembali menjadi pemenang,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur H. Musyaffa Rouf menilai Musancab harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah strategis organisasi.

Ia menegaskan, forum tersebut tidak semestinya berhenti pada persoalan pergantian maupun penataan struktur kepengurusan. Lebih dari itu, Musancab harus menghasilkan arah perjuangan serta target politik yang jelas.

“Musancab ini bukan sekadar pengisian struktur kepengurusan. Ini adalah konsolidasi kekuatan, menetapkan target kemenangan serta meluruskan arah perjuangan partai,” kata Musyaffa.

Menurutnya, PKB Sampang memiliki potensi untuk bangkit dan kembali meraih kepercayaan masyarakat. Untuk mewujudkannya, seluruh elemen partai diminta membangun organisasi yang lebih modern, proporsional, solid, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Musyaffa Rouf kemudian secara resmi membuka pelaksanaan Musancab PKB Sampang.

Melalui kegiatan tersebut, PKB Sampang diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah, meningkatkan soliditas kader, mempererat hubungan dengan masyarakat dan ulama, sekaligus menyiapkan strategi politik untuk menghadapi kontestasi pemilu berikutnya.