SAMPANG, Arena.co.id– Sebagai upaya terealisasinya program swasembada garam yang dicanangkan pemerintah untuk mendukung swasembada pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) secara inten melakukan Safari atau kunjungan kerja terhadap lokasi Pegaraman, salah satunya di Pabrik Garam Industri yang berada Jl.Raya Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Selasa ( 25/03/2025).
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa Safari yang dilakukan hari ini adalah untuk memastikan swasembada garam nasional.
“Swasembada garam harus menjadi prioritas nasional dan saatnya kita ambil langkah nyata,kami lakukan kunjungan untuk memantau persiapan Swasembada Garam Nasional, sehingga akhir 2027 kita pastikan sudah tidak lagi impor garam,” ujar Menteri KKP RI, Sakti Wahyu Trenggono pada awak media.
Menteri Trenggono mengaku telah melakukan pengecekan tambak-tambak di Madura untuk menekan peningkatan produksi, dan melihat kesiapan PT. Garam dalam memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.
“Sebelum ke sini tadi kita sudah melakukan pengecekan tambak-tambak, dan kami ingin memastikan bersama Pak Direktur PT. Garam ini bahwa kebutuhan garam kita terpenuhi,” jelasnya.
Selain itu, Menteri KKP juga mendorong media untuk mendukung suksesnya Swasembada Garam Nasional, karena menurutnya sudah berpaluan tahun Indonesia tidak pernah lepas dari impor garam.
“Terus terang sudah puluhan tahun kita ini selalu impor garam, dan kali ini saatnya Indonesia tak lagi melakukan impor, semoga dengan Pemerintahan yang baru bisa tercapai Swasembada Garam Nasional,” tandasnya.
Dalam kunjungan itu, Menteri KKP melihat langsung proses produksi garam dari hulu ke hilir, termasuk sistem pengolahan dan penyimpanan di gudang. Selain itu, ia juga meninjau stok garam yang tersedia sebagai bagian dari strategi ketahanan pasokan garam nasional.
“Melalui kunjungan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih erat antara pemerintah dan PT. Garam dalam memastikan ketersediaan garam nasional serta mendukung pengembangan industri garam yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan