SAMPANG,ARENA.co.id – Pemerintah Kabupaten Sampang kembali menggelar Parade Combodug 2026 yang menjadi agenda tahunan penuh warna dan budaya. Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan ke-5 ini berlangsung meriah di Alun-Alun Trunojoyo Sampang pada Jumat (27/3/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB.
Mengusung tema “Atellasan E Sampang”, parade ini menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal, khususnya tradisi daul combo yang telah mengakar sejak lama di Kabupaten Sampang. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya yang wajib dilestarikan.
Dalam sambutan Bupati Sampang yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Yuliadi Setiyawan, disampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Sampang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, Forkopimda, aparat keamanan, termasuk Kapolres dan Dandim beserta jajaran, serta para peserta daul combo yang berjumlah 30 kelompok. Kehadiran mereka mampu memberikan hiburan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal sesuai dengan harapan masyarakat Sampang.
Parade Combodug tahun ini menampilkan berbagai kreasi musik tradisional daul yang dipadukan dengan atraksi menarik dari masing-masing peserta. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan ribuan warga memadati area alun-alun untuk menyaksikan kemeriahan acara.
Di akhir sambutannya, Sekda berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat.
“Semoga pelaksanaan parade daul combo ini berlangsung dengan selamat, khidmat, dan memberikan kebahagiaan bagi seluruh warga Sampang,” tambahnya.
Acara kemudian secara resmi dibuka dengan ucapan, “Bismillahirrahmanirrahim, Parade Daul Combo saya nyatakan dibuka dan dimulai.”
Parade Combodug 2026 pun menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat modern, sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap budaya daerah.

Tinggalkan Balasan