SAMPANG, ARENA.CO.ID – Setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang telah memulangkan ratusan mantan Pengikut Syiah, kali ini kedua kalinya Pemkab Sampang melakukan hal yang sama pada pengungsi Syiah dari Rusunawa, Jemundo, Kabupaten Sidoarjo.
Saat ini ada 265 orang mantan Pengikut Ajaran Syiah yang dipulangkan ke Sampang setelah menjalani proses panjang. Bahkan, telah di Baiat dan kembali ke ajaran Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja).
Kali ini merupakan tahap kedua Pemulangan Para pengungsi Syiah yang berasal dari Dua Desa atau Dua Kecamatan di Kabupaten Sampang yakni Desa Blu’uran Kecamatan Karang Penang, dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.
Menurut Bupati Sampang, Slamet Junaidi mengatakan setelah proses panjang akhirnya para penyintas penganut Syiah telah dibaiat dan mau kembali pada ajaran Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) atau Sunni yang dilakukan tokoh ulama, sehingga saat ini kedua kalinya Pemkab Sampang memulangkannya.
“Tindakan membantu warga mantan penganut Syiah berdasarkan konsep memanusiakan manusia, sehingga mereka dapat beraktivitas dan berbaur dengan masyarakat lain tanpa ada rasa takut,” ungkap Bupati pada wartawan, Kamis, (04/05/2023) kemarin.
Bupati mengajak dan meminta warga mantan pengikut aliran Syiah yang telah kembali pada ajaran Aswaja ini dapat beradaptasi, serta menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
“Kami harap kepala Desa, tokoh masyarakat, dan petugas saling menjaga, menciptakan suasana sosial nyaman, damai, serta harmonis antar sesama untuk kelangsungan hidup bersama,” pintanya.
Sementara di tempat yang sama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI, Rumadi Ahmad mengatakan, pemulangan ini menjadi kabar membahagiakan. Karena setelah melalui proses panjang, akhirnya para penyintas Syiah bisa kembali ke kampung halamannya. Terlebuh setelah 12 tahun mengungsi akibat konflik agama.
“Setelah melalui proses konsolidasi, koordinasi berbagai pihak akhirnya bisa terwujud memulangkan ratusan mantan pengikut Syiah, mulai tahap satu dan dua ini dengan aman,” ujarnya.
Menurut dia, pada hakikatnya Pemerintah tidak tinggal diam terkait persoalan masa lalu yang sepenuhnya belum tuntas ini. Sebab itu, Pemerintah hadir ingin menuntaskan pengungsi Syiah, agar bisa kembali ke kampung halaman dengan rasa aman.
“Proses ini terjadi karena ada kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, toko agama, alim ulama, kiyai, dan masyarakat bersama pemerintah pusat untuk terus Berjuang memulangkan,” jelasnya.
Pihaknya berharap berharap peristiwa dia 2011 itu menjadi pelajaran penting untuk ke depannya. “Kita bisa bayangkan konflik di Sampang ini harus membutuhkan 12 tahun agar bisa aman lagi. Maka harmonisasi harus tetap dijaga agar kejadian kelam ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.
Sementara, kata dia, Presiden selalu menyampaikan agar warga negara itu harus mendapatkan haknya. Seperti rasa aman dan nyaman. “Konflik agama harus secepat mungkin diselesaikan, dan Alhamdulillah soal pengungsi Syiah di Sampang ini bisa selesai dengan baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan