SAMPANG, ARENA.co.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Kabupaten Sampang Tahun 2026 resmi dimulai pada Senin (19/10/2026). Pembukaan kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Hakim MTQ XXXII dan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sampang periode 2026–2031 di Pendopo Trunojoyo.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf yang diikuti kafilah dari 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang. Suasana berlangsung meriah dan tertib sebagai penanda dimulainya perhelatan keagamaan tahunan tersebut.
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, secara langsung melantik Dewan Hakim MTQ XXXII. Prosesi pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan Dewan Hakim di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Sampang.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang, Ketua Baznas, jajaran kepala perangkat daerah, para camat, Dewan Hakim, Pengurus LPTQ, serta kafilah dari seluruh kecamatan.
Ketua Panitia Pelaksana MTQ XXXII yang juga Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Faisol Ansori, menyampaikan bahwa pelaksanaan pawai ta’aruf berjalan lancar, tertib, dan meriah.
Ia menjelaskan, perlombaan MTQ dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 di empat lokasi, yakni Pendopo Bupati, Pendopo Wakil Bupati, Aula Kementerian Agama Sampang, dan SMPN 1 Sampang. Sementara itu, penutupan kegiatan dijadwalkan pada 23 Oktober 2026.
“Kami berharap MTQ XXXII ini mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Sampang, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Faisol.
Sementara itu, Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, yang mewakili Bupati H. Slamet Junaidi dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat kepada Dewan Hakim dan Pengurus LPTQ yang baru dilantik.
Ia meminta Dewan Hakim menjalankan tugas secara objektif, adil, dan profesional. Adapun Pengurus LPTQ diharapkan tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan perlombaan, tetapi juga memperkuat pembinaan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an.
Menurutnya, MTQ tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Perlombaan ini hanyalah sarana. Kita harus menumbuhkan kesadaran untuk mengaplikasikan nilai dan ajaran Al-Qur’an. Dengan begitu, visi masyarakat madani bukan sekadar cita-cita, melainkan dapat diwujudkan secara nyata,” tegasnya.
Ahmad Mahfudz juga menekankan bahwa keberhasilan LPTQ tidak semata-mata diukur dari jumlah piala atau prestasi yang diraih peserta. Keberhasilan yang lebih penting adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Ia turut mengingatkan pentingnya peran guru dan keluarga dalam membentuk generasi Qur’ani. Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara kemajuan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, serta penguatan moral dan spiritual masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup mengutip peribahasa Madura, “Cek karo alandu’ tana, cek karo alandu’ bumik, tapeh jugen alandu’ langik.” Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa kehidupan perlu menyeimbangkan urusan duniawi dengan nilai-nilai spiritual.
Ia juga mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak menjaga salat dan membaca Al-Qur’an sejak dini.
“Jaga salat dan Al-Qur’an untuk anak-anak kita. Jangan sampai anak kita lebih akrab dengan gadget, tetapi justru asing dengan Al-Qur’an,” pesannya.
Selain menyoroti pembinaan generasi Qur’ani, Ahmad Mahfudz mengajak para tokoh agama untuk menggalakkan salat istisqa di masjid, musala, dan langgar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan kepada Allah SWT di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sampang.

Tinggalkan Balasan