Sampang, Arena.co.id- Seiring karena adanya perbedaan sistem penanggalan kalender Masehi dan kalender Islam atau biasa disebut qomariyah, maka Ramadhan di prediksi akan terjadi dua kali dalam satu Tahun.
Anggota Federasi Ilmu Ruang Angkasa dan Astronomi Arab , Ibrahim Aljarwan, mengatakan fenomina puasa Ramadhan dua kali dalam satu Tahun yang sama akan terjadi pada tahun 2030 mendatang. ( dilansir dari Gulf News – seperti Detik Hikmah).
“ Tahun 2030 akan menjadi saksi akan terjadi dua kali Ramadhan yang penuh berkahberkah. Ramadhan yang pertama akan dimulai pada tanggal 5 Januari 2030 Tahun 1451 Hijriah, dan Ramadhan selanjutnya dimulai pada tanggal 26 Desember 2030 Tahun 1452 Hijriah, “ jelas Al Jarwan dalam keterangannya pada 2021 silam.
Dengan fenomina tersebut ummat Islam akan berpuasa selama 36 hari pada tahun 2030, dengan rincian 30 hari pada Ramadhan 1451 Hijriah dan 6 hari pertama pada Ramadhan 1452 Hijriah.
Al Jarwan juga menambahkan datangnya Ramadhan dua kali dalam satu tahun merupakan momen yang jarang terjadi dan hanya akan berulang setiap 33 Tahun sekali.
Sebelumnya fenomina ini pernah terjadi pada Tahun 1965 dan 1997. Kemudian fanomena langka ini diprediksi akan terulang lagi di masa yang akan datang, yaitu tahun 2030 bahkan akan kembali terulang pada Tahun 2063 nanti.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Al Jazeera dalam laporannya menjelaskan sistem penanggalan kalender Islam berdasarkan pada siklus revolusi bulan, yakni membutuhkan 33 tahun untuk menyelesaikan satu siklusnya.
Sementara kalender yang poopuler digunakan yaitu kalender Masehi ditandai dengan perputaran bumi mengelilingi matahari. Perbedaan inilah yang memicu terjadinya Ramadhan dua kali dalam satu tahun.
Jika satu tahun kalender Masehi memiliki 365 hari, maka satu tahun dalam kalender Hijriah berlangsung hanya 354 hari. Fakta astronomis ini pula yang menyebabkan permulaan Ramadhan selalu lebih awal 10-12 hari pada setiap tahunnya.
“
“ Ramadhan dimulai dari 10-12 hari dimulai lebih awal setiap tahun, hal ini dikarenakan penanggalan Islam didasarkan pada penanggalan lunar Hijriah dengan panjang bulan 29 atau 30 hari, “ jelas Al Jazeera seperti dikutip DetikHikmah.

Tinggalkan Balasan